Kata Mutiara Islami Tentang Kiamat Dan Kehidupan Abadi, Inggris-Indonesia Terbaru

Kata Mutiara Islami Tentang Kiamat Dan Kehidupan Abadi, Inggris-Indonesia Terbaru – Salah satu rukun iman yang wajib kita ketahui yaitu yakin dengan adanya hari akhir atau hari kiamat, hari kiamat sudah pasti akan datang yang mana bumi dan seluruh isinya akan dihancurkan dan langit akan diruntuhkan.. subhanallah, mendengar gambarannya saja sudah cukup membuat saya jadi merinding.. apalagi jika harus mengalaminya?
Tapi kita serahkan saja semuanya kepada yang di atas, karena kita sebagai umatnya hanya bisa berharap dan memohon yang terbaik.. Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, karena sesungguhnya kehidupan yang bersifat abadi adalah kehidupan kelak di akhirat..

Kata Mutiara Islami Tentang Kiamat Dan Kehidupan Abadi, kata mutiara islami inggris-indonesia terbaru

Bagaimana kalau kita langsung ke kata mutiara saja.. mari kita simak bersama-sama uraiannya di bawah ini:

Kata Mutiara Islami Tentang Kiamat:

1. There are three groups of people who were very apologetic at the end or apocalypse; 1. yanng human foot has a slave when in the world, turns on the final day of the slave gets better performance from him, 2. people who have wealth but would not give alms to him until he died, then such property inherited by people who use such property to charity in the way of Allah, and to 3. The man who has knowledge but he does not want to take advantage of his knowledge, then that knowledge which others are able to take advantage of it was already known.
(Ada tiga kelompok manusia yang sangat menyesal pada hari akhir atau kiamat; 1. manusia yanng mempunyai kaki budak ketika di dunia, ternyata pada hari akhir budak tersebut mendapat prestasi yang lebih baik darinya, 2. manusia yang memiliki kekayaan tapi tiada mau bersedekah dengannya hingga dia wafat, lalu kekayaan tersebut diwarisi oleh orang yang mempergunakan kekayaan tersebut untuk bersedekah pada jalan Allah, dan ke 3. manusia yang memiliki ilmu tapi dia tidak mau mengambil manfaat dari ilmunya, kemudian ilmu tersebut yang mana orang lain yang mampu mengambil manfaat darinya itu telah mengetahuinya.) Sufyan bin ‘Uyainah.

2. O God, if you will judge later at the end of the day, then you should not judge me near the prophet Muhammad, because I was embarrassed when my claim to be followers while many sinful acts.
(Ya Allah, apabila engkau akan menghakimi nanti pada hari akhir, maka tidak boleh kau hakimi aku di dekat nabi Muhammad, sebab aku merasa malu bila mengaku sebagai pengikutnya sementara hidupku banyak melakukan perbuatan berdosa.) muhammad Iqbal.

3. On the final day of the characteristics of science is raised, the arrival of ignorance, many who drank wine, and the emergence of adultery were done openly.
(Pada antara ciri-ciri hari akhir adalah diangkatnya ilmu, datangnya kebodohan, banyak yang menenggak arak, dan munculnya perzinaan yang dikerjakan dengan terang-terangan.) Al Hadist.

4. That exploitation will bring darkness-darkness on the Day of Judgment.
(Bahwasanya eksploitasi itu akan mendatangkan kekelaman-kekelaman pada hari akhir nanti.) Al Hadist.

5. Individuals who controls himself for not embarrassing others, then God will forgive the mistake-mistake at the end of the day, and anyone who soak wrath to others, then God will soak angry with him at the end of the day.
(Insan yang mengendalikan dirinya untuk tidak mencoreng muka orang lain, maka Allah akan memaafkan kekhilafan-kekhilafan pada pada hari akhir, dan barang siapa yang merendam kemurkaan kepada orang lain, maka Allah akan merendam murka kepadanya pada hari akhir.) Al Hadist.

Kata Mutiara Islami Tentang Kehidupan Abadi:

1. If the afterlife is in the heart, then the mundane will follow. but if the earthly exist in the hereafter not accompany her heart. it is because that the afterlife is so noble and generous, and the world it is despicable.
(Jikalau akhirat berada di dalam hati, maka duniawi akan mengikutinya. namun jikalau duniawi yang ada pada hati maka akhirat tiada menemaninya. itu dikarenakan bahwa akhirat begitu mulia dan dermawan, serta dunia itu adalah hina.) Abu Sulaiman Ad Daroni.

2. Hereafter the beauty will never be obtained by a crazy man fame in the human eye.
(Indahnya akhirat tidak akan pernah diperoleh oleh manusia yang gila ketenaran di mata manusia.) Bisyir.

3. As well as possible good in the world and in the hereafter is not as piety towards God.
(Sebaik-baiknya kebaikan di dunia maupun di akhirat tidaklah sebaik ketakwaan terhadap Allah.) Abu Sulaiman Addarani.

4. Man who loves the hereafter, so earthly would be achieved.
(Manusia yang mencintai akhirat, maka duniawi pun akan diraihnya.) Umar bin Khathab.

5. Living in the world only in the form of shelter that is senyampang to continue the struggle that far unto everlasting life.
(Hidup di dunia hanya berupa tempat bernaung yang bersifat senyampang untuk meneruskan perjuangan yang jauh kepada kehidupan yang abadi.) Al Hadist.

6. Not a few people in the world who dressed but naked in the Hereafter.
(Tidak sedikit manusia yang berpakaian di dunia akan tetapi telanjang di akhirat.) Al Hadist.

7. Whoever wears silk clothing in the world, then he will not use it in the afterlife.
(Barang siapa yang memakai pakaian sutra di dunia, maka dia tidak akan menggunakannya di akhirat.) Al Hadist.

8. Will not be incorporated into heaven man who likes to cheat, miserly man, and man is not responsible for what he had.
(Tidak akan dimasukkan kedalam surga manusia yang suka menipu, manusia kikir, serta manusia yang tidak bertanggung jawab atas apa yang dia punyai.) Al Hadist.

9. If the world is only fitting for us to reproduce the provision pesanggrahan toward eternal life.
(Apabila dunia ini hanyalah pesanggrahan sepatutnya kita memperbanyak bekal menuju kehidupan yang abadi.)

10. The world is only temporary, then increase during the act of obedience.
(Dunia hanya sementara, maka perbanyaklah selama itu berbuat ketaatan.)

11. Indeed priority task for us is to multiply food for eternal life, then we should not be lulled pursuit of wealth in the world is only temporary.
(Sesungguhnya tugas yang diutamakan bagi kita adalah memperbanyak bekal untuk kehidupan yang abadi, maka tidaklah boleh kita terlena mengejar kekayaan di dunia yang hanya bersifat sementara.)

Demikianlah sedikit kata mutiara yang dapat saya paparkan pada kesempatan kali ini, harapan saya semoga artikel yang saya tulis ini dapat memperoleh respon yang positif dari para pembaca sekalian.. sekaligus dapat diserap manfaatnya bagi kita semua amin. sampai jumpa lagi di lain kesempatan episode-episode mengenai kata mutiara islami berikutnya.

author
Author: