Kisah Motivasi Hidup: Kasih Ibu Tak Lekang Waktu

No comment 305 views

Kasih Ibu Tak Lekang Waktu.
Satu Orang anak bertengkar bersama ibunya dan meninggalkan rumah. Disaat berlangsung dia baru menyadari bahwa dia sama sekali enggak mengambil duit. Dia melintasi satu buah kedai bakmi. Beliau mau sekali memesan semangkok bakmi dikarenakan lapar.

Pemilik bakmi menonton anak itu berdiri pass lama di depan kedainya, dulu Bertanya”Nak, apakah engkau mau memesan bakmi?”
“Ya, namun aq tdk mengambil duit,”jawab anak itu bersama malu-malu.”Tidak apa-apa, gue bakal mentraktirmu,”jawab si pemilik kedai.

Anak itu serta-merta makan. Setelah Itu air matanya mulai sejak berlinang.”Ada apa Nak?”Tanya si pemilik kedai.”Tidak apa-apa, sy cuma terharu dikarenakan satu orang yang baru kukenal berikan saya semangkuk bakmi namun ibuku sendiri sesudah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah. Kau satu orang yg baru kukenal namun demikian peduli padaku.

Pemilik kedai itu Berkata”Nak, kenapa kau berpikir demikian? Renungkan elemen ini, ane cuma memberimu semangkuk bakmi dan kau demikian terharu…. Ibumu udah memasak bakmi, nasi, dll hingga anda dewasa, mestinya anda berterima kasih kepadanya.

Anak itu kaget mendengar hal itu.”Mengapa sy enggak berpikir berkenaan hal tersebut?”

Utk semangkuk bakmi dari orang yg baru kukenal sy demikian berterima kasih, namun pada ibuku yg memasak untukku sewaktu bertahun-tahun,saya bahkan tak peduli.

Anak itu serta-merta menghabiskan bakminya dulu dia menguatkan beliau buat langsung pulang. Demikian hingga di ambang pintu rumah, dirinya menyaksikan ibunya bersama wajah letih serta cemas. Dikala menonton anaknya, kalimat mula-mula yg ke luar dari mulutnya yakni “Nak, kau udah pulang, langsung masuk, aq udah menyiapkan makan tengah malam.”

Mendengar hal tersebut, si anak tdk sanggup menahan tangisnya serta dirinya menangis di hadapan ibunya.

Pesan untuk pembaca: Bersyukurlah bagi kalian yang masih memiliki orang tua, karena merekalah kalian bisa menjalani hidup ini dan tahu arti kehidupan. Wajar bila orang tua marah dan menegur, karena beliau sangat mencintai anaknya. Mulai dari sekarang, bagi sahabat yang masih memiliki orang tua sayangilah, hormati beliau dan bagi kalian yang orang tuanya sudah meninggal doakanlah mereka supaya ditempatkan di tempat yang paling mulia. amiin.

author
Author: