Pertemuan di Bawah Pohon

No comment 539 views
Seorang wanita miskin berdiri di dekat sebuah pohon sambil memperhatikan muka orang – orang yang lewat di hadapannya. Ia bermaksud meminta tolong kepada salah satu mereka. Ia pun mendekati seorang laki – laki yang sedang tidur di bawah pohon lalu berkata kepadanya, “Wahai Tuan, saya adalah seorang wanita miskin yang memiliki banyak anak. Dahulu Amirul Mukminin, Umar ibn Khattab pernah mengirim kepada kami seorang utusan yang bernama Muhammad ibn Muslimah. Dia datang membawa harta zakat, tetapi ia tidak memberi kami sedikit pun. Saya berharap seandainya Tuan bisa menolong kami dan menceritakan keadaan kami, mudah – mudahan ia mau memberi kami.”

Namun, betapa terkejutnya wanita itu demi melihat laki – laki tadi tiba – tiba bangun dan berteriak kepada pembantunya, “Panggil Muhammad ibn Muslimah ! Katakanlah kepadanya supaya ia segera menghadapku sekarang juga !”

Dengan putus asa wanita itu berkata, “Apakah ia akan datang menghadap Tuan, bukankah sebaiknya Tuan pergi bersamaku untuk menemui lelaki itu ?”

Laki – laki tadi menjawab, “Dengan izin Allah ia akan datang dan memenuhi segala kebutuhanmu”

Dalam keadaan sedih wanita itu pun duduk sambil termenung menunggu. Tak lama kemudian, datanglah Muhammad ibn Muslimah yang bersegera menghadap kepada laki – laki yang tengah bersantai di bawah pohon tadi, “Assalamu’alaika wahai Amirul Mukminin.”

Akhirnya wanita itu merasa sangat malu setelah menyadari bahwa orang yang diajaknya berbicara tadi tidak lain adalah Amirul Mukminin, Umar ibn Khattab. Sungguh ia tidak akan pernah menduga dapat bertatap muka langsung dengan pemimpinnya.”

Umat ibn Khattab lantas berkata kepada Muhammad ibn Muslimah, “Apa jawabanmu nanti pada hari kiamat jika Allah bertanya kepadamu tentang wanita miskin ini ?”

Muhammad ibn Muslimah pun tak kuasa menahan air matanya. Sambil tetap beristirahat, Amirul Mukminin meneruskan pembicaraannya dengan menjelaskan kepada Muhammad ibn Muslimah hak – hak fakir miskin dan memerintahkannya untuk memberi sedekah yang banyak kepada wanita tersebut. Setelah itu Amirul Mukminin memerintahkan kepada wanita itu untuk mengambil tepung dan minyak zaitun sambil berkata kepadanya, “Ambillah ini untuk sementara dan pergilah menuju Khaibar, karena kami pun insya Allah akan menuju kesana !”

Ketika wanita itu sampai di Khaibar dan bertemu dengan rombongan Amirul Mukminin, ia mendapatkan tambahan pemberian sejumlah kebutuhan pokok berupa tepung dan minyak zaitun.

Tags:
author
Author: