Kumpulan Dongeng Sebelum Tidur Terbaru 2016

No comment 750 views
Kumpulan Dongeng Sebelum Tidur Terbaru 2016 – Sahabat pena. kali ini admin mau berbagi informasi mengenai dongeng sebelum tidur yang mana sangat di butuhkan oleh anak anak sebelum tidur, dan Dongeng sendiri adalah bentuk sastra lama yang bercerita tentang kejadian luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) dianggap oleh sesuatu masyarakat yang tidak benar-benar terjadi. Tale adalah bentuk tradisional dari cerita atau narasi yang disampaikan Terun generasi dari nenek moyang terdahulu. Dongeng dapat di jadikan media sebagai penyampaian ajaran moral (mendidik), dan juga menghibur.

Kumpulan Dongeng Sebelum Tidur Terbaru 2016
Dongeng Sebelum Tidur


Dongeng Sebelum Tidur “Sang Kancil dan Sekawanan Gajah”

“Blusukkkk!!!!” Sang Kancil tiba-tiba terperosok ke dalam sebuah sumur tua tatkala sedang berada di tepi hutan dalam perjalanan menuju pantai. Kabut masih tebal saat itu sehingga sumur tersebut tidak terlihat oleh Sang Kancil. Rupanya itu adalah sumur peninggalan Tarzan yang telah lama meninggalkan tempat itu untuk menjadi Tarzan Kota.

“Aduh biyuuungg, kakiku sakit buangeeet!” teriak Sang Kancil sambil menggaduh-gaduh menahan sakit. Meskipun dirinya terjatuh di air, namun karena air sumur tak seberapa dalam maka kakinya terasa nyeri yang hebat akibat benturan. Lalu dengan terpincang-pincang Sang Kancil berenang menepi dan duduk di batu besar yang menyembul di tepi sumur.

Sang Kancil termenung memikirkan nasibnya. Sumur ini ada di tepi hutan. Jarang sekali ada binatang yang berani bepergian sampai ke tepi hutan. Paling-paling sekawanan Gajah yang sedang menjajaki rute baru, kawanan Babi Hutan yang hendak mencari jagung atau Serigala yang sedang mencari-cari makanan tambahan karena sudah bosan dengan makanan yang ada di dalam hutan. Itu artinya dirinya harus lama menunggu sampai ada binatang yang menemukan dirinya di dalam sumur.

Setelah tiga hari tiga malam terjebak, pada hari keempat barulah muncul sekawanan Babi Hutan yang melongok dari bibir sumur. Mereka kehausan dan sedang mencari-cari sumber air minum yang memang jarang ada di tepi hutan itu. Sang Kancil berteriak kegirangan melihat Babi Hutan.

“Hoooiiii, bantu aku keluar dari sini duuuuuuung!” teriaknya sekuat tenaga.

Tapi alih-alih menolong Sang Kancil, para Babi Hutan malahan lari terbirit-birit mendengar suara menggelegar dari dasar sumur. Dikiranya ada monster penunggu sumur yang akan memakan mereka.

Sang Kancil kesal bukan main. Dianggapnya para Babi Hutan itu sungguh terlalu takut pada bayangan monster dalam pikiran mereka sendiri. Mereka terlalu percaya pada cerita-cerita monster sehingga apa saja yang aneh dan menakutkan langsung dianggap monster.

Pada hari kelima muncul lagi seekor binatang lain. Kali ini datang seekor keledai yang baru saja meloloskan diri dari majikannya. Dengan hati riang senang-senang dia bersiul-siul menyusuri tepi hutan. Sampailah dia di bibir sumur tempat Sang Kancil terperosok. Tentu saja dia haus dan penasaran, apakah bisa minum dari sumur tersebut. Belajar dari pengalaman ketakutan para Babi Hutan, kali ini Sang Kancil tidak berteriak. Dia hanya menyapa pelan pada Keledai yang tengah melongokkan kepala.

“Wahai teman, Tolonglah aku. Aku terperosok di dalam sumur tanpa bisa keluar lagi” kata Sang Kancil.

Keledai melihat sejenak ke dalam sumur dan terheran-heran mendengar suara dari dalam sumur. Kemudian dia mengamat-amati dasar sumur, barulah dilihatnya Sang Kancil yang sedang duduk lemas di atas batu. Tiba-tiba Keledai tertawa terbahak-bahak. Si Keledai tertawa terpingkal-pingkal sampai-sampai berguling-guling di atas tanah.

“Hohohoho…itukah Kancil nan cerdik yang tengah bernasib buruk. Uruslah sendiri nasibmu. Aku tak punya banyak waktu untuk menolongmu. Lagipula waktu aku jadi peliharaan majikanku, tak ada seorang pun yang peduli. Kini giliranmu dicuekin….Hahahahahaha. Sorry yah!” kata Keledai sambil berlalu dengan masih ketawa ngikik.

Sang Kancil kembali ditinggal seorang diri di dalam sumur. Pada hari keenam muncullah sekelompok orang membawa pedati yang beristirahat di tempat itu. Mereka mendirikan tenda-tenda dan mulai memasak. Nampaknya mereka adalah kafilah pedagang yang sedang mampir beristirahat. Mendengar suara-suara manusia, tahulah Sang Kancil bahwa dirinya harus bersembunyi. Maka cepat-cepatlah dia masuk ke lubang kecil yang ada di dinding sumur dan bersembunyi di situ karena takut ditangkap dan dijadikan sate kancil nan gurih.

Untunglah para pedagang itu jarang melongok ke dalam sumur sehingga tidak memergoki Sang Kancil. Mereka hanya sesekali saja pergi ke sumur itu untuk mengambil air dengan ember yang diikat dengan tali. Air itu dipergunakan untuk memasak, mencuci dan mandi. Keesokan harinya mereka telah meninggalkan tempat itu. Dari suara-suara mereka, tahulah Sang Kancil bahwa para pedagang itu membuang ember bertali di dekat sumur karena dianggapnya sudah usang.

Pada hari ketujuh muncullah sekelompok gajah yang melintas di dekat sumur. Mereka meneliti dasar sumur karena kehausan. Tak sengaja terlihat oleh mereka Sang Kancil tengah tertidur di sana. Para Gajah itu saling berbisik membicarakan binatang yang tengah terbaring di dasar sumur. Kemudian mereka berteriak memanggil Sang Kancil.

Sang Kancil kaget oleh teriakan para Gajah dan terbangun. Dilihatnya ada beberapa kepala gajah menyembul di bibir sumur. Diam-diam dia sedang berpikir keras cara minta bantuan mereka untuk keluar dari sumur. Akhirnya dia memutuskan untuk membantu para Gajah, baru kemudian minta tolong pada mereka. Memberi dulu baru kemudian menerima pertolongan.

“Wahai Gajah kita adalah sobat yang harus tolong menolong” kata Kancil.

Para Gajah mengangguk-angguk sambil bergumam tanda setuju. Mereka tak sadar jika Sang Kancil berada di dalam sumur karena terjatuh.

“Aku tahu kalian kehausan. Aku akan membantu kalian mengambil air dari dalam sumur. Coba lihat adakah ember dan tali yang diletakkan di dekat sumur. Kemarin kudengar para kafilah membuang ember beserta talinya karena sudah punya ember baru. Walaupun butut ember itu masih berguna bagi kalian. Turunkan ember ke dalam sumur, pegang ujung talinya. Aku akan membantumu menciduk air sumur” teriak Sang Kancil.

Para Gajah yang tengah kehausan dengan antusias mencari-cari barang yang disebutkan Sang Kancil. Sampai akhirnya mereka menemukan tak jauh dari bibir sumur tergeletak ember butut yang diikat dengan tali yang tak kalah bututnya dan penuh sambungan. Kemudian mereka menurunkan ember ke dalam sumur. Sang Kancil membantu menciduk air dan menyuruh gajah menarik ember yang sudah terisi air ke atas.

Begitulah berulang kali air diambil dari dasar sumur. Dengan girangnya para Gajah bergantian minum dan mandi dari air dalam ember yang diambil dari dalam sumur. Maklum sudah dari kemarin mereka kesulitan mencari sumber air. Setelah semua Gajah selesai mandi, barulah Sang Kancil berteriak untuk minta dikeluarkan dari dasar sumur.

Merasa Sang Kancil telah membantu mereka mendapatkan air, para Gajah dengan senang hati membantu Sang Kancil keluar dari dasar sumur. Sang Kancil berpegangan erat pada ember saat dia ditarik keluar dari dasar sumur.

Para Gajah serta merta mengerumuninya dan bertanya-tanya mengapa Sang Kancil bisa berada di dasar sumur. Tadinya mereka mengira Sang Kancil sengaja berdiam diri di sana. Kemudian Gajah-gajah itu membawakan berbagai macam pucuk daun muda dan buah-buahan untuk Sang Kancil yang terlihat begitu lemah sehingga sulit berjalan.

Setelah satu malam menginap di tempat itu dengan dijagai para Gajah, Sang Kancil merasa dirinya cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan menuju pantai selatan untuk bertemu dengan keluarga Paus biru. Mereka mengundang Sang Kancil untuk berbagi pengalaman.

Kancil berterimakasih pada para Gajah yang telah membantunya. Para Gajah juga merasa sangat berhutang budi pada Sang Kancil yang telah memberi tahu teknik sederhana mengambil air dari dalam sumur. Sengaja mereka membawa ember butut bertali ke rumah mereka di tengah hutan. Di sana terdapat sumur yang tidak pernah dimanfaatkan karena para Gajah tidak tahu cara mengambil air dari sumur yang dalam

Dongeng Sebelum Tidur Kisah Putri dan Pangeran Kodok

Disebuah kerajaan hiduplah seorang raja yang sangat bijak dan raja tersebut memiliki seorang putri yang sangat cantik jelita, melong-melong, kimplah-kimplah berkulit putih bersih dan mulus ibaratnya jika sang putri minum kopi maka warna hitam kopi itu akan terlihat ngalir dari tenggorokanya yang putih itu . Di dekat istana terdapat sebuah pohon yang sangat besar dan berdaun rimbun dan di dekat pohon itu ada sebuah sumur yang berair jernih ketika cuaca sedang panas putri raja sering duduk di bawah pohon di tepi sumur yang dingin sambil memainkan bola yang terbuat dari emas yang di lemparkanya keatas dan di tangkapnya kembali sebagai hiburan untuk melewatkan waktu yang terasa panjang dan membosankan.
Suatu ketika saat sang putri sedang asyik bermain dengan bola emas kesanganya itu saat sang putri melemparkan bola itu keatas saat ia bersiap untuk menangkap bola emas itu tiba-tiba kakinya terpeleset dan terjatuh (sreeeeet gubrak )  dan bola itu jatuh tepat mengenai jidat sang putri (bletaaaak terdengar suara benda keras yang membentur sesuatu)  seketika itu juga bola menggelinding jatuh masuk kedalam sumur yang cukup dalam.

Sang putri bangun sambil memegangi jidatnya yang sedikit biru karena kejatuhan bola emas dan berjalan sempoyongan menuju bibir sumur.
“Aduuuuuuh siapa si yang habis buang hajat di sini”

Sang putri hanya bisa memandangi bola emasnya yang sudah berada di dalam sumur tanpa bisa berbuat apa – apa sang putripun sedih dan mulai menagis dan terus menagis karena tanpa bola emas kesayanganya itu tidak ada lagi yang bisa menghiburnya lagi

Di tengah tangisanya itu tiba-tiba ia mendengar suara yang berkata kepadanya.
“Apa yang membuat kamu begitu sedih, Putri?
Sang putri pun celingukan mencari dari mana sura itu berasal tetapi tidak seorangpun yang terlihat dan hanya seekor kodok beruk (kodok beruk merupakan kodok yang berwarna kecoklatan dan kalo anda terkena air kencingnya maka kulit anda akan tersa sangat gatal) yang melompat keluar dari air.

“Weiiiiiiiit jabang bayi kamukah yang berbicara tadi?” kata sang putri,

“Betul putri hambalah yang berbicara” jawab sang kodok (sang kodok eh eh eh sang kodok)


“Aku menangis karena bola emasku 24 karat 20 gram jatuh kedalam sumur mana emas sekarang lagi mahal lagi dok”

“We ke ke ke perrrrrrrefeeeek tenang jangan kuatir dan jangan menagis sang putri,” jawab sang kodok, “Aku bisa menolongmu everiting is oke,

“Benarkah itu?” jawab sang putri,

“Tetapi apa yang bisa kamu berikan kepadaku jika aku bisa mengambil bola emas itu?”

“Wah…… ahkir jaman kodok aja matre nih” kata hati sang putri, ” baiklah apapun yang kamu mau akan aku berikan pakaian, emas permata dan perhiasan atau kamu mau mahkota emas yang aku pakai ini sok atuh ambil maneh teh matre pisan eiii”

“Eaaalaaah aku ga butuh itu sang putri pakain, emas permata apalagi mahkota emasmu (habis ga bisa makainya sih).” jawab sang kodok; “Bila saja kamu menyukaiku, dan menganggap aku sebagai teman bermain, dan membiarkan aku duduk di mejamu, dan makan di piringmu, dan minum dari gelasmu, dan tidur di ranjangmu, kalau kamu mau berjanji akan melakukan semua ini, aku akan menyelam ke bawah sumur dan mengambilkan bola emas itu buat kamu”

“Oke lah kalo begitu,” jawab sang putri; “aku berjanji akan melkukan semua yang kamu mau jika kamu bisa mengambilkan bola emasku tetapi ingat No Sex”

“Sex gimana caranya kali” kata sang kodok dalam hati.

Tetapi putri raja berkata dalam hati, ” Dasar kodok beruk mana bisa kamu mengambil bolaku badan kamu saja sama bola emasku gedean bola emasku dasar belagu seolah-olah kamu ini bisa melakukan apa yang dimintanya selain berkoak-koak dengan kodok lain, bagai mana bisa dia menjadi pendampingku”

Setelah mendengar sang putri mengucapkan janjinya ia pun langsung terjun kedalam air dan menyelam, setelah beberapa saat dia kkembali kepermukaan dengan bola emas dan melemparkanya ke atas rumput.

Putri rajapun menjadi senang karena mendapatkan bola emasnya kembali dia mengambilnya dengan cepat dan langsung berlari menjauh swiiiiiiiiiiiiiiiiiiing

“Sang putriiiiii berhentiiiiii ko aku ditinggal” teriak sang kodok; bawa aku pergi juga, aku tidak dapat berlari secepat kamu!”
akan tetapi teriakan sang kodok tidak di hiraukan oleh sang putri.

“Waduh di apusi dasar slekethep” gumam sang kodok. Sang kodokpun kemabli masuk kedalam sumur.

Keesokan harinya, ketika sang putri sedang duduk di meja makan dan makan bersama Raja dan mentri-mentrinya di piring emasnya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu dan sebuah suara “Tuan putri biarkan saya masuk !”

Sang Putri kemudian berjalan ke pintu dan membuka pintu tersebut tetapi ketika melihat seekor kodok yang duduk diluar Sang Putri pun kaget dan “Jabang bayi” ucap Sang Putri ia pun dengan cepat menutup kembali pintu tersebut ( gabruuuuuuuk ) dan buru-buru ia duduk kemabli di kursinya dengan perasaan gelisah.

Raja yang menyadari perubahan tingkah laku putrinya itu bertanya,
“Ada apa putriku sepertinya ada yang membuatmu gelisah dan takut? apakah kamu habis melihat hantu di luar tadi?”

“Tidak ayah handa” jawabnya, ” tidak ada hantu, hanya seekor kodok jelek”
“Lho sama kodok aja ko takut memangnya ada apa dengan kodok itu?” tanya sang Raja
“Nganu ayah handa,” ……… Sang Putri pun menjelaskan kepada sang Raja peristiwa yang terjadi antara dirinya dan kodok.

Setelah mendengarkan cerita dari putrinya Raja pun berkata,
“Anaku janji adalah janji dan kamu harus menepatinya”

Kembali terdengar ketukan dari arah pintu dan suara sang kodok,
“Tuan Putri, tolong bukakan pintu !” kali ini suara sang kodok terdengar sedih dan berat.
“Ga maooooooo” jawab sang Putri.
“Tolonglah Putri cepat buka pintu ini aku sudah tidak kuat lagi kakiku kejepit pintuuuuuu”
“Apa yang pernah kamu janjikan harus kamu penuhi,”kata sang Raja,” sekarang biarkan dia masuk.”
Ketika dia membuka pintu, kodok tersebut langsung melompat masuk dan terus mengikutinya hingga sang putri duduk kembali di kursinya. Kemudian dia berhenti dan memohon,” Angkatlah saya agar saya bisa duduk dengan dirimu”

Tetapi sang putri tidak memperdulikanya sampai sang Raja sendiri yang memerintahkanya. Ketika sang kodok sudah duduk di kursi, dia meminta agar dia dinaikan di atas meja, dan dia berkata lagi,
“Bisakah kamu menarik piring makanmu llebih dekat, agar kita bisa makan bersama”
Sang putri pun terpaksa melakukan apa yang di minta oleh kodok itu,
“Hoooooooaaaaaak” terdengar suara sendawa sang kodok menandakan kalau sang kodok sudah kenyang.
“Saya sudah cukup kenyang dan saya merasa lelah dan mengantuk kamu harus membawa saya ke kamarmu, saya akan tidur di ranjangmu.”

Sang Putri pun manangis saat membayangkan kodok yang jelek dan kotor itu tidur di tempat tidurnya yang bersih. Melihat keadaan itu sang Raja dengan nadah mara berkata pada putrinya,
“Wis ra sah nangis kamu itu adalah putri Raja dan apa yang kamu janjikan harus kamu penuhi kalau tidak apa kata duniaaaaa”

Dengan sangat terpaksa sang putri mengangkat sang kodok dengan tanganya lalu membawanya menuju ke kamar tetapi samapai di kamar kodok itu di letakanya di sudut kamar,
“Lho ko disini” kata sang kodok,” aku ingin tidur di ranjangmu, angkatlah saya atau aku akan mengadukanmu kepada Raja”

Mendengar kata-kata sang kodok itu sang putri menjadi marah lalu mengangkat kodok tersebut keatas dan melemparkanya kediding sambil menangis.
“Diaaaaaaam kamu kodok jelek slekethep!”
( buuuuuuuk kwoooook ) terdengar suara badan kodok menghantam diding.

Tetapi tiba-tiba ketika kodok itu jatuh kelantai kodok itu berubah menjadi seorang pangeran yang sangat tampan.
“Oh my good” teriak sang putri,”siapa sebenarnya dirimu”
pangeranpun menceritakan kejadian yang di alaminya dia dikutuk oleh seorang penyihir menjadi seekor kodok dan tidak ada yang bisa melepas kutukan itu kecuali sang putri yang di takdirkan uuntuk bersama-sama memerintah kerajaanya. Akhirnya dengan persetujuan Raja, mereka berdua di nikahkan, sang putri dan pangeranpun hidup bahagia.

Dongeng Sebelum Tidur  Kerbau dan Ular

Pada suatu hari, ketika si Kerbau sedang pulang dari bekerja, dia melihat temannya si Ular yang kejatuhan pohon besar, karena baru saja tadi ada angin puting beliung yang melanda hutan tempat para binatang berlindung. SiUlar merintih kesakitan,”aduh..sakit, tolong ..tolong..,hai kerbau temanku.. tolong aku dong..!Si Kerbau berhenti lalu berpikir dalam hati,”wah..gimana ya?, nanti kalau ular ini aku tolong dan lepas dari himpitan pohon pasti aku akan dimangsa, karena ular ini terkenal sangat jahat..”.”Ayo.. dong, kasihanilah aku, aku nggak bisa bergerak nih.., sakit semua tubuhku, tulangku rasanya mau remuk”..,kembali ular merintih minta tolong. Akhirnya Kerbau jadi nggak tega lalu ditolongnya si Ular, didorongnya pohon besar yang ada diatas tubuh ular itu dengan sekuat tenaga,”satu..dua..tiga..!!, pohon itu cuma bergeser sedikit, didorongnya lagi sambil berteriak,”Aku..bisa..!!, Akhirnya pohon tadi bisa terlempar ke samping dan si ular bisa lepas dari himpitan pohon.., “Sudah Lar, kamu sudah bebas, sekarang aku mau pulang” kata si kerbau sambil bersiap mau pulang. “Eiit.. sebentar dulu, aku belum selesai”, kata si ular sambil melilitkan tubuhnya di leher kerbau. “Sudah satu minggu ini aku belum makan.., jadi maaf ya Bau, dengan terpaksa kamu akan kumangsa”. “Lho..,Gimana to Lar, kamu ini sudah aku tolong.. tidak berterimakasih malah mau memangsa aku, sungguh terlalu..!!, Ujar kerbau dengan mata yang merah karena marah, dia merasa ditipu oleh Ular jahat tadi. “Ah..sudahlah jangan banyak omong..sekarang siap-siaplah menjadi mangsaku”, kata Ular sambil menjulurkan kepalanya dekat leher kerbau siap untuk menggigit. Tapi sebelum ular sempat menggigit, terdengar suara si Kancil, “Hei..tunggu, ada apa ini?, kok kalian pada bertengkar”, tanya si Kancil pada Ular dan Kerbau. Jawab Kerbau,”Begini lho Cil.. tadi ular ini kejatuhan pohon, terus minta tolong..lalu aku tolong, tapi dia nggak berterima kasih malah akan memangsa aku”.”Bohong…Cil,..Kerbau bohong, masa aku bisa kejatuhan pohon, aku kan pintar!”Sahut Ular dengan sombong. Si Kancil yang tahu kalau ular ini memang jahat lalu punya ide untuk membebaskan kerbau dari ancaman ular.”Begini saja..Ular dan Kerbau, biar aku bisa tahu siapa yang benar dan siapa yang bohong..maka sekarang lebih baik diulangi saja bagaimana kejadiannya” Kata si Kancil sambil menyuruh mereka untuk menunjukkan tempat kejadiannya. “Ular, posisi kamu tadi dimana?” tanya si Kancil pada Ular. “Disini..Cil”, jawab Ular sambil turun dari punggung kerbau menuju tempat dimana dia tadi kejatuhan pohon. “Terus batang pohon tadi ada dimana letaknya?, tanya si Kancil lagi. “Ada diatas tubuh ular!”sahut si Kerbau cepat. “Oo di atas tubuh Ular, coba batang pohon itu kamu geser kembali sampai menindih tubuh ular” perintah si Kancil pada Kerbau. Lalu dengan sekuat tenaga Kerbau mendorong batang pohon tadi sampai akhirnya kembali menindih tubuh ular.” Aduh..aduh gimana ini kok aku jadi terhimpit pohon lagi”,jerit ular yang merasa kesakitan. Kemudian Kancil berkata lagi,”Ayo Kerbau kita pulang, biarkan ular yang tidak tahu terima kasih ini di sini sendirian..”. Demikianlah akhirnya kejahatan ular bisa ditumpas dengan akal cerdik si Kancil. 

  Dongeng Sebelum Tidur Kancil dan Gajah

Pada suatu hari, ketika si Kancil sedang berjalan-jalan di tengah hutan, tiba-tiba awan gelap dan mendung menggantung pertanda akan turun hujan, si Kancil segera berlari pulang supaya tidak kehujanan. Karena kurang berhati-hati, si Kancil tidak melihat ada lobang besar di depannya dan karena sangat bersemangat berlari, akhirnya..Plungg…!!, si Kancil terperosok ke dalam lubang besar tadi, dan ternyata lumayan dalam sehingga si Kancil tidak bisa naik ke atas, alias terjebak didalam lubang…, si Kancil bingung.., bagaimana caranya keluar dari lubang. Ketika sedang berpikir, tiba-tiba dia mendengar suara langkah berat yang mendekat,”..Blug!..Blug!!.., ,”Ah itu pasti Si Gajah,..wah kebetulan nih, aku punya ide”, pikir si Kancil dalam hati. Lalu dipanggilnya si Gajah, “Jah.., Gajahh..kamu mau kemana..?”, teriak si Kancil dari dalam lubang. Si Gajah yang dipanggil lalu berhenti dan melongok ke dalam lubang, sambil bertanya dalam hati,”Siapa ya yang memanggilku..?, lalu si Gajah balik bertanya,” Hei siapa itu yang ada di bawah sana.?.. “Aku.. Kancil..!, teriak Kancil. “Hei Kancil ngapain kamu ada di bawah sana..?” tanya si Gajah. “Weleh ..Jah, apa kamu gak tahu, kalau langit akan runtuh, makanya aku sembunyi di bawah sini.” Jawab si Kancil. “Ah masak sih..”Si Gajah tampak bingung. “Kalau gak percaya, coba kamu lihat ke atas, pasti langit sudah dekat ke bumi.”jawab Kancil. Tentu saja yang dimaksud si Kancil adalah awan hitam alias mendung yang kelihatannya seperti akan jatuh ke bawah. Lalu si Gajah mendongak ke atas dan dilihatnya banyak sekalai awan hitam di atas, gajah rupanya gak tahu kalau awan hitam itu adalah mendung yang akan menjadi hujan, dan rupanya si gajah percaya kalau langit akan runtuh. Lalu buru-buru dia berteriak kepada si Kancil, ” Cil..Kancil, iya benar langitnya akan runtuh..aku ikut sembunyi ke bawah ya..Cil? ” Ya boleh..boleh.., tapi jangan turun dulu”, jawab Si Kancil. “Lha kenapa Cil..”.tanya Gajah bingung. “Begini lho Jah,.. kalau kamu langsung turun aku pasti akan terinjak sama kamu,.. jadi aku akan keluar dulu, baru setelah itu kamu turun duluan.., kemudian aku menyusul” terang Si Kancil. “O begitu, lha sudah ayo kamu keluar..!, teriak gajah. ” Ya..ya.. tapi tolong julurkan hidungmu, biar aku bisa keluar dengan bantuan hidungmu” teriak kancil dari bawah. Lalu si gajah menjulurkan belalainya dan langsung diraih oleh kancil, terus ditariknya kancil keluar dari lubang tadi. Sampai di atas Kancil bilang pada si Gajah.., “Oke Jah, sekarang kamu turun duluan”. Gajah langsung melompat turun kedalam lubang tadi.. BLLUGG..!!, suaranya sangat keras. “Sudah Cil, sekarang silahkan kalau kamu mau menyusul”kata si Gajah. ” Iya Jah.. tapi sebentar ya aku mau cari makanan dulu biar nanti tidak kelaparan di bawah sana. Jawab Kancil sambil berlari pulang. Tinggalah Gajah sendirian di dalam lubang ..dan setelah beberapa saat Kancil tidak muncul, barulah si Gajah sadar kalau dia baru saja ditipu oleh Kancil.” Oh dasar Kancil.., awas ya nanti kalau ketemu akan aku balas” gerutu si Gajah dalam hati. 

Dongeng Sebelum Tidur Kerbau dan Kambing

Seekor kerbau jantan berhasil lolos dari serangan seekor singa dengan cara memasuki sebuah gua dimana gua tersebut sering digunakan oleh kumpulan kambing sebagai tempat berteduh dan menginap saat malam tiba ataupun saat cuaca sedang memburuk. Saat itu hanya satu kambing jantan yang ada di dalam gua tersebut. Saat kerbau masuk kedalam gua, kambing jantan itu menundukkan kepalanya, berlari untuk menabrak kerbau tersebut dengan tanduknya agar kerbau jantan itu keluar dari gua dan dimangsa oleh sang Singa. Kerbau itu hanya tinggal diam melihat tingkah laku sang Kambing. Sedang diluar sana, sang Singa berkeliaran di muka gua mencari mangsanya.

Lalu sang kerbau berkata kepada sang kambing, “Jangan berpikir bahwa saya akan menyerah dan diam saja melihat tingkah lakumu yang pengecut karena saya merasa takut kepadamu. Saat singa itu pergi, saya akan memberi kamu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan.”


Dongeng Sebelum Tidur Si Pelit

Seorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu dan suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi.

Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya.

Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya apa saja yang terjadi.

“Emasku! oh.. emasku!” kata si Pelit, “seseorang telah merampok saya!”

“Emasmu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpannya disana? Mengapa emas tersebut tidak kamu simpan di dalam rumah dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat kamu ingin membeli sesuatu?”

“Membeli sesuatu?” teriak si Pelit dengan marah. “Saya tidak akan membeli sesuatu dengan emas itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan emas itu.” teriaknya lagi dengan marah.

Pengembara itu kemudian mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya ke dalam lubang harta karun yang telah kosong itu.

“Kalau begitu,” katanya lagi, “tutup dan kuburkan batu itu, nilainya sama dengan hartamu yang telah hilang!”


Dongeng Sebelum Tidur Anjing dan Bayangannya

Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.

Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.

Sekianlah kumpulan dongeng sebelum tidur yang dapat admin sampaikan pada kesempatan kali ini semoga bisa membantu sahabat ketiaka mau berdongenguntuk anak anak nya tersayang sebelum tidur. 
Baca Juga : Kata Kata Mutiara

author
Author: